6 Aug 2010

Lomba Rancang Bangun TIK Untuk PEMILU "E-VOTING"

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengadakan Lomba Rancang Bangun Pemanfaatan IT "E-Voting" Untuk Pemilu.



Apa itu e-voting?
E-voting merupakan sistem untuk membuat surat suara, memberikan, menghitung, menayangkan perolehan suara, serta menghasilkan dan memelihara jejak audit secara elektronik dan digital.
Lomba rancang bangun e-voting untuk pemilihan umum merupakan kegiatan lomba hasil pengembangan sistem e-voting untuk pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden, Wakil rakyat (DPR, DPD dan DPRD), Pemilukada (Gubernur dan Bupati/ Walikota) di Indonesia.
Spoiler for sekilas tentang E-Voting:
Voting merupakan cara untuk mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Dalam suatu negara yang menganut sistem demokrasi, voting digunakan untuk mengambil keputusan yang sangat penting seperti memilih pemimpin wilayah kecil sampai pemimpin negara. Di Indonesia, voting digunakan untuk memilih wakil-wakil rakyat, memilih bupati atau kepala desa dan presiden.
Dalam pelaksanaan kegiatan voting, sering terjadi kesalahan-kesalahan yang disebabkan oleh human error atau penyimpangan oleh sebagian golongan masyarakat. Hal ini sering menimbulkan kontroversi karena kurangnya kepercayaan terhadap penyelenggara kegiatan tersebut. Oleh karena itu kegiatan voting membutuhkan prosedur pelaksanaan yang dapat menjamin kerahasiaan dan keabsahan dari hasil pelaksanaannya untuk menghindari terjadinya kontroversi.
Pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan voting (e-Voting) merupakan salah satu solusi untuk menghindari masalah-masalah yang menyebabkan terjadinya konflik dalam kegiatan voting. Dengan menerapkan e-voting diharapkan proses voting menjadi lebih baik.
Menteri Negara Riset dan Teknologi, Suharna Surapranata, pernah mengungkapkan pada saat beliau menjadi pembicara kunci dalam dialog nasional tentang e-voting di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta tanggal 19 Mei 2010 bahwa penerapan e-Voting dalam pemilihan umum dianggap mampu meningkatkan gairah industri teknologi informasi. (http://www.republika.co.id).
Pemilihan umum secara elektronik telah dilakukan di beberapa negara seperti Amerika Serikat, India, Philipina dan sebagainya, sedangkan di Indonesia Pemerintah Jembrana- Bali sudah menerapkannya untuk pemilihan kepala dusun (kajian bppt tentang e-voting). Diharapkan dengan berhasilnya implementasi Elektronik KTP tahun 2012 maka Indonesia akan mampu melaksanakan E-Voting tahun 2014.
Oleh karena itu, BPPT dalam rangka HUT ke-32 dan menyambut Hari Kebangkitan Teknologi Nasional, menyelenggarakan lomba rancang bangun perangkat dan sistem E-voting untuk menggali kreativitas dan inovatif pemanfaatan TIK dalam pelaksanaan PEMILU, diharapkan hasil lomba rancang bangun e-voting akan memberikan kontribusi besar untuk pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan umum 2014.
Spoiler for tujuan:


•Meningkatkan awareness masyarakat atas e-voting

•Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memberi solusi atas e-voting Indonesia
Spoiler for sasaran:


•Tersedianya rancangan sistem e-voting yang menjadi referensi masyarakat

•Terjadinya partisipasi aktif dari masyarakat menuju sistem e-voting Indonesia
Peserta
Siapa Saja Yang bisa berpartisipasi dalam Lomba e-Voting?
Kepesertaan Lomba e-Voting HUT BPPT 2010 dibuka untuk

1. Semua WNI, perorangan atau kelompok, yang menetap di Indonesia maupun tidak;
2. Semua perusahaan yang berbadan hukum Indonesia;
3. Semua institusi/lembaga/organisasi pemerintah maupun non-pemerintah;

Peserta akan dibagi dalam 2 Kategori :
1. Institusi
2. Perorangan

Materi Lomba
Apa saja Yang dilombakan dalam Lomba e-Voting?
1. Kategori institusi:
  • Sistem e-voting yang operasional penuh.
  • Meliputi tiga tahapan e-voting: registrasi/identifikasi, pemberian suara, dan penghitungan suara.
2. Kategori perorangan:
  • Desain sistem e-voting dalam diagram DFD dan ERD beserta penjelasan dan spesifikasi teknisnya.
  • Meliputi tiga tahapan e-voting: registrasi/identifikasi, pemberian suara, dan penghitungan suara.
Spoiler for dead line pendaftaran:


Jangka waktu pendaftaran dan mengirim dokumen 19 Juli s/d 27 Agustus 2010
Jadwal selengkapnya :
Tgl 19 Juli s/d 27 Agustus 2010 Pendaftaran online

Tgl 19 Juli s/d 27 Agustus 2010 Mengirim Dokumen Teknis

Tgl 28 Agst s/d 31 Agustus 2010 Seleksi Administrasi

Tgl 1 Sept s/d 14 September 2010 Penilaian Reviewer

Tgl 15 September 2010 Pengumuman Rangking Nilai Peserta

Tgl 21 September 2010 Presentasi peserta terpilih
Hadiah Total Rp 100.000.000 
Info selengkapnya klik Lomba Rancang Bangun Pemanfaatan IT "E-Voting" Untuk Pemilu 

1 Aug 2010

Pengalaman Membuat Antena Wajan (Wajanbolic)

Selamat pagi pengunjung setia blog...
Buat yang merasa sudah tau tentang pembuatan antena wajan mungkin tidak butuh tulisan saya ini. Tulisan saya ini merupakan share dari pengalaman saja dan bukan copy paste tulisan orang lain. Antena wajan yang saya buat merupakan inspirasi dari teman-teman blogger yang lain.
Sebenarnya saya pengen memposting tulisan ini tapi saya tidak sempat. Mungkin saya malas atau sedang menikmati internet gratis yang sudang terpasang di kos saya (memakai antena wajan). Sebetulnya pada tulisan sebelumnya saya juga pernah memposting tentang ANTENA KALENG tapi project tersebut gagal dan tidak saya lanjutkan. Kali ini saya membuat antena kaleng (wajanbolic). Saya terobsesi membuat antena wajan/antena kaleng karena lokasi kos saya yang lumayan dekat dengan kampus sekitar 300 meter dari access point. Setelah mencari ilmu tentang wajan bolic akhirnya saya berani mempraktekan dan akhirnya berhasil dan bisa saya gunakan sampai sekarang (hampir 2 bulan sejak tulisan saya diposting).

Bahan yang dibutuhkan :
  1. USB Wifi + Driver
  2. Wajan alumunium (Diameter semakin besar semakin bagus)
  3. Botol Bekas (Pakai pralon juga bisa berhubung bokek maka saya memakai botol bekas)
  4. Kabel USB (Perpanjangan USB juga boleh)
  5. Baut dan mur 10mm (sesuai kebutuhan
 Alat yang digunakan :
  1. Penggaris
  2. Bor (sesuaikan dengan diameter baut)
  3. PIsau / Cutter
Selanjutnya merangkai :
  1. Lubangi titik tengah wajan dengan bor (1 lubang saja untuk menghubungkan wajan dengan botol)
  2. Mencari titik fokus wajan dengan rumus F = D^2/(16*d) [F=titik fokus; D=diameter wajan; d=kedalam / tinggi wajan] jika kesulitan silahkan download software penghitung TITIK FOKUS DISINI
  3. Potong bagian ujung botol bekas, panjang melebihi titik fokus [misal titik fokus=30cm maka panjang botol bisa 40cm]
  4. Lubangi botol pada titik fokus sesuai dengan model USB WIFI
  5. Lubangi dasar botol bagian tengah untuk menghubungkan dengan wajan
  6. Hubungkan wajan dengan botol melalui lubang yang telah dibuat menggunkan baut dan mur
  7. Pasang USB WIFI pada lubang tempat titik fokus pada botol
  8. Hubungkan USB WIFI dengan komputer menggunkan USB. Jika menggunkan USB perpanjangan bisa membuat sendiri DISINI
  9. Antena wajan siap digunakan. Jika Pengen mengubah tampilan agar bagus bisa memotong telinga wajan dengan gergaji, berhubung saya tidak ada gergaji maka saya biarkan.
Mungkin cara pembuatan saya berbeda dengan wajanbolic yang lain. Pada awal percobaan saya menggunakan peralon dan alumunium foil sesuai dengan wajan bolic milik Pak Gunawan tapi ternyata sinyal saya lebih kuat tidak memakai alumunium foil. Kemudian saya iseng-iseng mencari titik fokus terkuat tanpa menggunakan peralon jadi USB WIFI saya gantungkan di depan wajan dan ternyata sinyal semakin kuat. saya mengambil kesimpulan kalau peralon yang saya pakai menghalangi rambatan gelombang radio yang akan masuk ke USB WIFI, maka saya menggunakan botol plastik bekas dan hasilnya lumayan indah. Mohon maaf belum sempat foto-foto antena wajan saya karena sudah terlanjur pasang, mungkin kalau saya pindah kos akan saya foto satu persatu agar para pengunjung enak membaca dan ada gambaran.